"Semua ada awalnya, apa salahnya mencoba"


Mata ini masih mencari kesibukan. Satu demi satu motor yang lewat ku perhatikan. Lama sekali rasanya menunggu nama ku dipanggil sama dokter gigi yang ingin ku temui. Disamping tempatku menunggu, terdapat meja kecil yang diatasnya banyak kertas-kertas yang berserakan. Kuamati satu persatu kertas ini. Dari coretan-coretanya saja aku sudah menduga bahwa ini hasil karya anak kecil, entah itu TK maupun SD, kalau masih belum sekolah, tidak mungkin ada susunan-susunan kalimat disitu, pikirku. Menarik memang. Aku berpikir mengapa kertas seperti ini ada ditempat umum? Ditempat dokter gigi lagi. Berbagai dugaan muncul dipikiranku. Namun akhirnya aku terpaku pada sebuah kalimat dikertas ini. Begini kalimatnya “semua ada awalnya, apa salahnya mencoba”
Aku terkesima membacanya. Subhanallah. Aku samapi tidak percaya apakah benar ini tulisan anak kecil. Aku sebagai penggemar kalimat kutipan atau sering dikenal quotes, tidak pernah aku membaca kutipan seperti ini (mungkin bagi para pembaca yang pernah membaca kutipan ini, bisa kasih info kutipan ini karya siapa)
Kalimat itu membuat ku terpana. Aku berpikir, dulu, waktu aku masih kecil, semua hal yang ingin aku lakukan, aku coba. Aku berani untuk naik ke atas pohon tanpa harus takut terjatuh. Aku berani untuk menggambar tanpa harus takut salah, karena aku berpikir tidak akan ada orang yang mengejekku.
Namun kini, semua telah berubah. Banyak hal yang ingin ku lakukan, banyak pula resiko yang kupikirkan. Sejak SMP, aku ingin sekali bisa bermain keyboard, ayah ku sudah membelikan ku keyboard, tapi aku tidak pernah belajar karena aku takut nada yang akan dihasilkan salah, dan orang kanmengejekku. Lalu kemudian menggambar, aku ingin sekali bisa menggambar gambaran yang indah, namun setiap kali aku mengambil pensil untuk mencoba mencoret, ku urungkan lagi niatku karena aku takut karya ku jelek.
“Semua ada awalnya, apa salahnya mencoba”. Kupikirkan lagi kalimat ini. Setiap orang yang bisa menggambar, bisa bermain musik, pasti pernah juga belajar, tidak mungkin mereka langsung bisa. Leonardo Da Vinci, pasti dia juga awalnya belajar untuk dapat menghasilkan gambaran yang indah, lukisan yang memukau, yang karyanya sekarang dikenal di seluruh dunia: lukisan monalisa. Semuanya pasti ada awalnya.
Lalu, mengapa aku harus takut dalam mencoba. Mencoba melakukan hal-hal yang ingin aku lakukan. Mencoba belajar bahasa inggris, jerman, arab, spanyol dan mempraktekkan lewat tulisan-tulisan ataupun percakapan tanpa harus takut diejek teman “sok bisa, padahal salah”.
Mereka, orang-orang yang bisanya hanya mengejek, tidak pernah menghargai proses, pikirku. Jadi, masihkah aku harus takut untuk mencoba sesuatu yang aku inginkan? Aku pikir tidak 🙂

*poke
“Now, let the world know that we are strong enough, we are brave enough, we are smart enough to learn and try all the things we want to :)” –Hilda ayu, 2012
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s