The philosophy of Chinese Bamboo Tree (Menjadi pribadi yang penyabar)


(Foto diambil dari google)

“Pada suatu ketika seorang petani pergi berkebun untuk menanam benih-benih pohon bamboo cina. Sang petani setiap hari pergi ke kebun tersebut untuk menyirami benih yang telah ditanamnya tersebut. Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, bulan berganti tahun. Selama 1 tahun lamanya petani menunggu, namun tak ada apa-apanya. Tanah yang ditanami benih tersebut kosong, tidak ada pertumbuhan tanaman. Sang petani pun melanjutkan aktivitasnya setiap pagi hari untuk menyirami benih tersebut. Namun apa yang terjadi? Selama 2 tahun lamanya petani berusaha, namun masih saja tidak ada hasil. Orang-orang yang menyaksikan tingkah sang petani mengatakan bahwa petani tersebut tidak waras, karena masih saja menyirami benih yang sudah nyata tidak tumbuh. Sang petani terus melanjutkan aktivitasnya hingga tahun ke 3 dan 4. Sang petani semakin ditertawai oleh orang yang menyaksikan karena benih-benih tersebut tidak tumbuh sama sekali. Hingga di tahun ke 5, sang petani merasa terkejut karena benih yang ditanamnya telah tumbuh menjadi pohon bambu yang ketinggiannya mnecapai 90 meter. Orang-orang yang awalnya menertawai petani, kini berdecak kagum terhadap sang petani”.. Untuk cerita lengkapnya di sini.
Setiap kita pasti pernah melakukan sesuatu hal untuk menggapai mimpi, mengerahkan seluruh kemampuan serta doa agar impian tercapai, namun nyatanya kita masih belum mampu mencapai impian itu atau yang kita sebut sebagai kegagalan.
Jika kita cermati betul-betul cerita diatas, harusnya kita mampu mengambil hikmah dari kisah tersebut. Bahwa diperlukan perjalanan yang panjang untuk mencapai sebuah impian. Dalam perjalanan itu, tidak sedikit kita akan berada pada jalan yang penuh dengan rintangan. Disinilah kita akan menemui 2 pilihan, terus melangkah maju atau kembali.  Jika kita kembali tentu kita tak akan mencapai impian tersebut, namun jika kita terus maju kita harus menghadapi rintangan itu. Ada yang ditengah-tengah perjuangan menghadapi rintangan, merasa tak mampu untuk terus berjuang hingga mereka mengatakan bahwa impian itu tak mungkin tercapai. Namun ada pula yang terus berjuang melawan rintangan dengan usaha serta doa hingga mereka berhasil melewati rintangan itu. Seperti halnya cerita diatas, sang petani yang berusaha menumbuhkan pohon dari bibit yang ditanamnya, berusaha untuk menyirami benih tersebut selama bertahun-tahun, namun hasilnya nihil. Sang petani harus berjuang melawan emosi serta cercaan yang sewaktu-waktu mampu menghilangkan semangatnya. Namun sang petani memilih untuk terus maju hingga akhirnya perjuangannya membuahkan hasil.
Begitulah harusnya kita dalam mewujudkan impian. Bahwa jika kita dihadapi dengan rintangan, hadapilah rintangan itu. Jika kita gagal, coba coba dan terus mencoba serta iringi dengan doa karena tak mungkin Tuhan menyia-nyiakan usaha seorang hambanya. Percayalah, bahwa segala usaha serta doa yang secara kontinu kita lakukan, insyaallah akan membuahkan hasil. Bukankah Allah tidak pernah menyia-nyiakan usaha seorang hambanya? 🙂

Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tiada menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan. (Q.S HUD ; 115)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s