Hitam

black

Biarkan aku menjadi ‘hitam’
Yang gelapnya kau takuti
Namun selalu kau rindu disaat ingin menyendiri

 Biarkan aku menjadi ‘hitam’
Dalam setiap harapan yang kau simpan
Yang akan mengecewakanmu dengan kegagalan
Namun menguatkanmu bahwa hidup penuh dengan cobaan

 Biarkan aku menjadi ‘hitam’
Agar mampu menemanimu
Disetiap kantuk yang mulai menyapa
Hingga kau terlelap
Atau dalam sujud yang kau kerjakan
Disetiap sepertiga malam

 Biarkan aku menjadi ‘hitam’
Dalam setiap jalan yang kau pilih
Yang pada akhirnya akan menghantarkanmu
Pada titik terang di ujung perjalanan

Hiduplah seperti ‘hitam’, yang terkadang kehadirannya tidak diinginkan, namun mampu memberikan manfaat. ‘Hitam’ yang dikenal sebagai kegelapan, namun ia mampu menjadi netral jika disatukan dengan warna lain. Di dalam hidup, kita sering menemui bahwa diri ini merasa tidak sesuai dengan kondisi yang ada di sekitar kita, seperti dalam berteman. Berapa sering sudah perselisihan yang kita perbuat dengan seorang teman akibat perasaan yang selalu merasa benar dan baik. Berapa sering sudah jiwa ini menyakiti hati teman akibat rasa egois. Jikalau kita bisa menjadi ‘hitam’, tentu kita bisa menerima bahwa setiap manusia terlahir dengan kekurangan dan kelebihan dalam sifatnya hingga kita bisa mnghindari persilisihan dengan teman dan menjalin pertemanan yang nyaman.

Dan belajarlah menerima ‘hitam’, meskipun dikenal sebagai kegelapan karena pastinya hidup tak lepas dari kegelapan. Ingatlah bagaimana tuhan telah mengatur bumi dengan gelap pada malamnya dan cerah pada siangnya untuk kembali pada malam. Serta ingatlah bagaimana tuhan menempatkan kita dalam kegelapan didalam kandungan untuk kembali ke dalam tanah.

Artikel ini diikutsertakan pada #BlackGiveaway

Iklan

2 responses to “Hitam

  1. Hitam itu tergantung perspektif dan sandingannya. Dan tulisan mbak hilda menyajikan perspektif tentang hitam yang sangat menarik.

    Goodluck for the giveaway 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s