Kembali mengingat masa itu, ketika kita pertama kali bertemu. Waktu itu kita adalah orang asing, yang dipertemukan oleh ketidaksengajaan. Kita saling diam hingga akhirnya tersenyum dalam malu. Perlahan-lahan suasana mencair, kita saling tertawa akan pembicaraan random yang kau mulai. Aku merasa bahwa kita memiliki beberapa kemiripan. Pada waktu itu telah ku runtuhkan batas privasi ku, ku ijinkan kamu masuk mengetahui sisi gelapku. Pun juga dirimu, mengajakku tuk melihat sisi gelapmu. Kita sama-sama berpegangan tangan untuk saling menguatkan terhadap hidup yang begitu suram. Kita bangun sama-sama taman bermain yang hanya kita yang bisa merasakan.

Hingga suatu ketika, batas itu kembali muncul. Seberapapun aku mengelak, rasa nyaman itu mulai memupus begitu juga kepercayaan ku terhadap mu. Bukannya aku yang ingin menjauh, namun aku hanya ingin menciptakan ruang untuk membebaskan hati. Ruang untuk ku merenung terhadap segala problema hidup.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s