Tentang masa depan bumi Kalimantan

earth_hour_hob_30500

Kalimantan merupakan pulau di Indonesia yang memiliki luas 615.326,79 km2. Dengan luasnya yang sebesar itu, Kalimantan disebut sebagai pulau terbesar ke dua di Indonesia dan terbesar ke tiga di dunia. Berbagai macam sumber daya alam dapat ditemukan di pulau ini mulai dari kandungan bijih besi, batu bara, intan, atau pun dari segi perkebunan dan pertanian. Keanekaragaman hayati juga banyak ditemukan di pulau ini seperti orang utan, gajah borneo, badak borneo, burung enggang dan yang paling terkenal adalah bekantan yang merupakan maskot kota Banjarmasin serta masih banyak flora dan fauna di Kalimantan.

Salah satu kekayaan alam yang paling terkenal dari pulau ini adalah kandungan batu bara nya. Sekitar 50% cadangan batu bara nasional berasal dari pulau Kalimantan dengan provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan sebagai penghasil batu bara terbesar di pulau ini. Batu bara dalam prakteknya digunakan sebagai pembangkit listrik, bahan bakar minyak atau untuk kepentingan industri. Dari penambangan batu bara seharusnya mampu memenuhi kebutuhan rakyat dalam hal listrik maupun bahan bakar minyak. Namun disayangkan nyatanya rakyat masih kesusahan dalam mendapatkan bahan bakar minyak dan sering terjadi pemadaman listrik. Di Kal-Sel contohnya, pemadaman listrik sering sekali terjadi begitu juga dengan BBM yang masih sering mengantre padahal provinsi ini merupakan penghasil batu bara terbesar kedua di pulau Kalimantan. Fenomena ini sungguh menyahat hati mengingat banyaknya lahan yang sudah terkikis oleh penambangan batu bara namun nyatanya masyarakat masih belum mendapatkan manfaat yang optimal.

Yang paling memperparah adalah dampak yang ditimbulkan oleh aksi penambangan batu bara. Baru-baru ini saya ikut dosen melakukan penelitian di sekitar wilayah pertambangan batu bara, saya bertemu dengan para warga dan mendengarkan keluh kesah mereka. Warga di sekitar penambangan batu bara mengeluhkan adanya debu-debu batu bara yang selalu mencemari polusi udara disekitar lingkungan mereka. Debu tersebut bukanlah debu dengan kuantitas yang sedikit atau jarang, baru saja mereka membersihkan rumah dari debu, beberapa jam kemudian rumah mereka sudah dipenuhi lagi oleh debu batu bara. FYI, debu batu bara mengandungan senyawa kimia yang berbahaya bagi kesehatan seperti arsenik, timbal, nikel, merkuri dan senyawa toksik lainnya. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa warga yang tinggal di sekitar pertambangan batu bara cenderung memiliki masalah pada pernafasan serta adanya kelainan dari hasil rontgen paru-paru mereka.

Dampak lain dari penambangan batu bara adalah kerusakan alam. Saya menyaksikan sendiri dalam perjalanan ke beberapa kota di Kalimantan Selatan, betapa banyak tanah yang terkikis oleh aksi penambangan batu bara. Dan betapa banyak tempat yang terabaikan akibat sudah tidak adanya lagi kandungan batu bara yang bisa diambil hingga menyisakan sebuah danau atau hanya kawah semata.

Dari sini saya berpikir, akan jadi apa bumi Kalimantan beberapa puluh tahun lagi. Jikalau kita mengambil contoh sebuah tempat bekas penambangan batu bara, coba kita lihat Sawahlunto. Sawahlunto merupakan kota bekas penambangan batu bara oleh Belanda. Sawahlunto pernah hampir menjadi kota mati karena terjadi penurunan jumlah penduduk mulai dari 43.576 (tahun 1936) menjadi 13.561 (tahun 1980) akibat sumber perekonomian utama yaitu penambangan batu bara yang sudah tidak aktif. Karena lokasi penambangan ini dikelola oleh Belanda, banyak peninggalan-peninggalan belanda yang ditemukan dilokasi ini sehingga menjadi salah satu objek wisata. Oleh sebab itu, beberapa tahun terakhir Sawahlunto mengalami peningkatan jumlah penduduk.

Berbeda dengan Sawahlunto, penambangan batu bara di Kalimantan dikelola oleh orang-orang yang tidak memperdulikan masa depan bumi Kalimantan. Penambangan batu bara di Kalimantan hanya menyisakan kerusakan-kerusakan serta pencemaran lingkungan dan kesehatan manusia. Fenomena ini sungguh menakutkan bahwa apa yang dikata Al-Qur’an benar adanya bahwa manusia adalah makhluk tuhan yang perusak, perusak terhadap alamnya sendiri.

“Lakukanlah perjalanan dimuka bumi dan perhatikannlah bagaimana kesudahan orang-orang terdahulu, kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah).” ( QS. Ar-Ruum,30:41-42

Penambangan batu bara adalah sebuah contoh dalam kuantitas besar dari kerusakan yang ditimbulkan oleh manusia. Di Kalimantan yang kaya dengan sumber daya alam, masih banyak beberapa aksi yang dilakukan oleh manusia yang berujung pada kerusakan alam seperti penebangan pohon, perburuan terhadap hewan-hewan, atau pembuatan lahan kelapa sawit. Dalam kuantitias kecil mungkin bisa disebut sebagai aksi membuang sampah sembarangan yang hal ini jika dibiarkan terus menerus ikut berkontribusi dalam penyebab terjadinya banjir. Tidak bisa dipungkiri bahwa setiap kita pasti pernah melakukan hal-hal yang mencemari lingkungan.

Saya hanya bisa berharap sembari memperbaiki diri atas apa yang telah saya perbuat terhadap bumi. Semoga kita, calon penerus bangsa mampu menyembuhkan bumi yang tengah dilanda sakit. Bukan calon penerus bangsa yang meneruskan ulah orang-orang terdahulu dalam merusak keindahan bumi. Yuk, mari kita cintai dan jaga bumi yang cuman satu ini! 🙂

Iklan

4 responses to “Tentang masa depan bumi Kalimantan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s