Rinduku pada anak desa

Sabtu, 7 Maret 2015 adalah hari dimana aku dan teman-teman ku melakukan salah satu kegiatan dari acara bakti sosial di Desa Kabuau Kecamatan Kuripan Kabupaten Barito Kuala. Tepat pada hari sabtu kegiatan yang dilaksanakan adalah school visit di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Aku mendapat tugas memberikan penyuluhan untuk anak kelas II di SD Asia Baru.

photo 4 photo 5

Sekolah Dasar tersebut bertempat tak jauh dari tempat kami menginap. Hanya puluhan langkah saja mungkin sudah sampai di SD tersebut hingga aku sempat shock bahwa bangunan yang ada tepat dihadapanku adalah sekolah dasar. Kalian bisa lihat sendiri bagaimana keadaannya, halaman sekolah itu adalah air yang menggenang :’). Inilah pelajaran pertama yang kudapat, bahwa benar apa yang kusaksikan dari koran atau televisi bahwa Indonesia masih memiliki aset pendidikan yang terlantarkan. Sedih jika membandingkan dengan sekolah-sekolah yang ada di Kota Banjarmasin :’)

Terlepas dari kondisi sekolah yang seperti itu, aku bersyukur masih memiliki semangat dalam diri untuk terus melangkah menuju sekolah tersebut. Dan tiba lah aku di dalam kelas II, siswa nya lumayan banyak berjumlah 28 namun yang hadir hanya 22 orang. Aku dan ke-4 temanku mulai mempersiapkan poster serta phantom untuk materi penyuluhan. Tidak menyangka bahwa siswa-siswi nya begitu antusias bahkan sangat antusias dengan kehadiran kami disana. Jika boleh ku bandingkan dengan kegiatan beberapa hari yang lalu (waktu itu aku dan teman-teman ku sempat memberikan penyuluhan di salah satu SD di Kota Banjarmasin), anak-anak kelas II SD Asia Baru lebih antusias  :’) aku pun tambah tersentuh dan semakin bersemangat untuk terus menjelaskan materi tersebut. Dari sini aku belajar untuk tidak meremehkan dengan apa yang terlihat oleh mata, sekolah itu memang tak sebaik sekolah tempat ku belajar, namun isinya adalah siswa yang memiliki semangat yang sangat tinggi untuk tetap bersekolah. Aku juga belajar dari mereka bahwasanya segala keterbatasan maupun kekurangan sarana tak pantas dijadikan alasan untuk menyerah mencapai impian.

photo 4 (1)

Kegiatan pun ditutup dengan acara sikat gigi masal oleh seluruh siswa-siswa dari kelas I hingga kelas VI. Ada rasa bangga tersendiri ketika beberapa dari mereka mampu mempraktekkan apa yang telah dilajari selama penyuluhan dalam kelas, meski ada jua siswa yang masih sembarangan menyikat giginya. Namun siswa di desa ini bisa dikatakan kooperatif dan gak nakal. Senang sekali bisa berjumpa dan berkomunikasi dengan mereka. Ketika selesai kegiatan kami pun berpamitan dengan mereka, para siswa tersebut mencium tangan kami bahkan ada seseorang siswi yang memelukku dengan erat, ia bahkan tak melepaskannya sampai aku mengantarkannya ke jalan menuju dia pulang ke rumah, dia adalah gadis kecil yang berkata “aku mau jadi dokter, kak” :’)

Iklan

3 responses to “Rinduku pada anak desa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s