Hujan dan Angin

rain-fall-21229-1920x1080

Bagaimana rasanya menjadi dirimu, memiliki banyak makhluk yang selalu rindu dengan mu, namamu selalu disebut dalam doa mereka yang menantikanmu untuk segera menghadirkanmu.

Bagaimana rasanya menjadi dirimu, memiliki lautan sebagai rumahmu, hidupmu pasti dalam ketenangan meski terkadang harus tercipta ombak tuk bergelut dengan cuaca, namun kamu memiliki banyak kawan yang selalu menguatkanmu.

Bagaimana rasanya menjadi dirimu, memiliki banyak tempat singgah tuk bertemu dengan mereka yang merindukanmu, meski terkadang mereka bisikkan segala keluh kesah dan jua titipkan rindu untuk seseorang.

Bagaimana rasanya menjadi dirimu, memiliki kemampuan tuk menenangkan mereka yang dilanda keributan pikiran dan jiwa, hadirmu selalu mampu membisukan ributnya dunia.

Bagaimana rasanya menjadi dirimu yang bebas menghempas diri jatuh ke bumi menjadi butiran-butiran gemuruh sepi untuk kembali menyongsong sang mentari.

Tidak seperti kamu, aku hanyalah angin yang hadirnya terkadang tak disadari, lalu pergi mencari tempat menepi dan teman tuk berbagi. Entah sampai kapan aku mencari, mungkin ketika aku mampu memberi manfaat seperti dirimu.

———————————————————————-

Kawan, janganlah kau bandingkan dirimu dan diriku. Tuhan telah ciptakan kita sebagai sosok yang berbeda, aku hujan dan kau angin; segala perbedaan yang ada antara aku dan kamu takkan pernah sebanding. Tuhan ciptakan aku bermanfaat begitu juga dengan dirimu, dan manfaat yang kita berikan jelas berbeda, kawan.

Kawan, coba kau lihat, tidakkah kau sadar bahwa engkaulah sebab ilalang menari dengan anggunnya, burung berkicau riang, layang-layang dapat terbang serta baling-baling dapat berputar membuat anak kecil tertawa riang, tidakkah kau bahagia melihat mereka, kawan?

Kawan, engkau jua lah sebab nelayan dapat mencari nafkah pergi menentang samudera lalu kembali pulang kala raga telah letih dihempas lautan. Engkau jua sebab adanya rasa sejuk ditengah teriknya sinar mentari yang bergejolak, alasan manusia pergi menepi dibawah rimbunnya pohon, atau sekedar menatap langit dari balik jendela tuk merasakan sepoi-sepoi dirimu, kawan.

Kawan, jikalau timbul rasa sedih atas kesendirian, ingatlah bahwa tak ada yang lebih damai dari ketenangan. Aku pun hadir untuk menenangkan bumi dari rusuhnya berbagai aktivitas agar mereka ingin pulang meninggalkan rutinitasnya.

Kawan, semoga perjalanan panjang ini mampu membawa kita pada kebahagiaan. Apapun itu bentuknya, pasti yang terbaik yang telah tuhan berikan. Sebelum bumi ini berakhir, teruslah berjuang menjalankan tugas yang telah diatur oleh Tuhan, semoga kita bisa menjadi sebaik-baiknya ciptaan Tuhan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s