If the whole world was blind

Apa yang akan kamu banggakan, jika manusia di bumi ini buta?

Seorang teman pernah memasang sebuah gambar. Gambar berisi kutipan yang sering membuatku bertanya-tanya semenjak aku membacanya, “Jika seisi bumi ini buta, berapa banyak orang yang terkesan dengan dirimu?”.

——————

Sore tadi sepanjang perjalanan pulang menuju rumah, aku dan teman ku tengah membicarakan suatu hal. Dia bercerita tentang masa lalunya yang pernah bergabung dengan dunia modelling,

“Dunia modelling itu susah, selalu menuntut untuk tampil cantik, fashion harus up-to-date, dan menghamburkan uang untuk hal-hal seperti itu adalah kebanggan. Aku lelah menjalaninya”.

“Hidup bukanlah tentang tampil istimewa di mata orang, namun bagaimana kita bisa menjadi orang yang baik terhadap orang lain” lanjutnya.

“Seperti kutipan yang dipajang teman kita itu hil, “jika semua manusia buta, apa yang akan kita banggakan?””

“Jelas bukan fisik ataupun materil karena tak ada yang dapat melihatnya, namun sikap kita lah yang menjadi penilaian orang lain terhadap kita. Iyakan hil?”

—————————-

Aku pun tertegun dengan kata-katanya. Jawaban yang selama ini ku pikirkan namun tak pernah tepat, kini telah ku temukan lewat perkataan seorang teman. Seperti fenomena yang banyak kusaksikan atau mungkin tanpa sadar aku lakukan, bahwa kebanyakan dari kita berlomba-lomba untuk tampil menarik, mengikuti trend ataupun memperbaharui teknologi yang dimiliki dengan yang terbaru. Kebanyakan dari kita akan merasa puas dan terhormat jika mampu melakukan atau pun memiliki hal-hal tersebut. Padahal, esensinya hidup bukanlah tentang mencari kepuasan dunia ataupun menjadi yang istimewa di mata orang lain. Karena sejatinya hal-hal seperti itu yang jika kita kejar, tak akan pernah ada habisnya.

Mungkin, itulah sebabnya agamaku mengajarkan untuk hidup dalam kesederhanaan, menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain dengan sifat dan sikap yang baik. Apalah artinya hidup hanya untuk mencari kepuasan jika tidak menemukan ketenangan. Jika hidup sederhana sudah mampu membuat kita hidup lebih tenang dan damai, untuk apa kita hidup dalam ekspektasi orang lain. Karena meski tak semua orang berpikir positif dan mau menerima kita, namun Allah akan selalu bersama dengan hamba-hambanya yang berusaha untuk berbuat kebaikan. Semoga Allah mempertemukan kita dengan orang-orang yang baik agar tidak terjerumus dalam kemaksiatan.

P.S Kutipan ini begitu membekas dihati ku. Kapan pun aku terlalu berpikir tentang diriku di mata orang lain atau ketika aku terlalu menyibukkan diriku agar orang lain mau menerima ku,aku selalu mengingat kutipan ini. Namun, tidak semua kalimat memiliki makna yang serupa, bukan?. Kalau menurut para pembaca, apa sih makna yang kalian dapat ketika membaca kutipan ini? 🙂

if-the-world-was-blind

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s