Ramadhan #26: Kepergian

Tulisan ini merupakan tulisan 26/30 dari proyek menulis 30 Hari Mencari Berkah Ramadhan bersama Noryunita Rahmahdan Riski Agustin.

akupergi

Kepergian merupakan salah satu fase yang mana setiap orang pasti pernah mengalamai. Kebanyakan dari kepergian meninggalkan rasa sedih dan kecewa. Dan seringnya kenangan akan hal yang pergi begitu mendalam hingga kita pun sulit untuk melepaskan kepergian.

Kepergian mungkin adalah hal yang paling berat untuk dijalani. Meskipun sesudahnya pasti ada perjumpaan (lagi), namun hati dan pikiran kita rasanya sulit untuk menerima sesuatu yang telah pergi.

Seorang teman pernah berkata “jangan kau mencintai suatu hal begitu mendalam ataupun bergantung pada sesuatu karena ia dapat pergi sewaktu-waktu”.

Mungkin ada benarnya dengan apa yang dikatakan oleh temanku. Bahwa jika kita terlalu mencintai suatu hal, ketika ia pergi maka kita akan merasakan sakitnya kehilangan. Begitu jua kalau kita menggantungkan hidup kita pada seseorang, jika seseorang itu pergi maka kita akan merasakan perihnya kehilangan pegangan.

Seperti yang ditulis oleh Yasmin Mogahed dalam bukunya Reclaim Your Heart “Bahwa hanya ada satu buhul tali yang amat kuat dan tidak akan putus. Hanya ada satu hubungan yang menentukan nilai-diri kita dan hanya ada satu sumber bagi kita untuk mencapai kebahagiaan, kepuasan, dan keselamatan tertinggi. Satu tempat itu adalah Allah.”

Tulisan tersebut cukup menyadarkan kita bahwa sebaik-baiknya tempat bergantung ialah Allah. Karena Allah tak akan pernah pergi, tak akan jua meninggalkan, selama kita terus berusaha untuk mendekatkan diri padanya. Meskipun, sangat sulit untuk tidak terlalu mencintai pada apa yang telah kita miliki, ataupun untuk tidak bergantung pada seseorang yang selama ini selalu memberikan pegangan. Namun dari kesulitan itulah jika kita mampu untuk melewatinya, kita tidak akan menjadi orang-orang yang sering dilanda kesedihan akibat adanya kepergian. Yasmin dalam bukunya menyatakan hal ini sebagai “melepaskan dunia dari hati kita, lalu meletakkan di tangan kita. Sehingga jika suatu hari ada yang pergi, hati kita tak akan terluka oleh kesedihan”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s