Ramadhan #27: Pelajaran Hidup

Tulisan ini merupakan tulisan 27/30 dari proyek menulis 30 Hari Mencari Berkah Ramadhan bersama Noryunita Rahmahdan Riski Agustin.

Books1

Telah banyak hal yang dilalui selama ini. Sebagiannya adalah kebahagiaan, namun ada pula kesedihan, dan jua problema yang harus ku hadapi. Menjadi seorang anak yang kedua orang tua nya adalah wiraswasta dan hari-hari ku lebih banyak dihabiskan di sekolah, tidak banyak waktu yang kuhabiskan bersama orang tua. Sehingga, segala masalah yang kuhadapi lebih sering ku pikirkan sendiri, lalu ku selesaikan sendiri.

Aku percaya pasti ada sebab tuhan telah meletakkan manusia pada suatu keadaan. Dulunya aku cukup sedih dengan kondisi ku, namun sekarang aku bersyukur karena ternyata dengan cara itu aku lebih bisa menghargai hidup, aku lebih bisa bersyukur atas apa yang telah di berikan oleh tuhan, dan aku pun mendapatkan passion yang ada dalam diriku.

Karena tidak ada tempat ku mengadu, aku lebih sering mengadu dalam doa selepas shalat. Pernah aku berada pada suatu kondisi yang mencekam, namun aku selalu berdoa agar diberikan jalan keluar yang terbaik, lalu benar saja tidak berapa lama pertolongan Allah datang dari cara yang tidak pernah terduga. Dari sini setidaknya aku belajar agar tidak lupa untuk menjalankan ibadah shalat, karena dari shalat lah salah satu cara ku untuk berhubungan dengan tuhan.

Selain lewat doa, aku pun sering menghabiskan masa sulitku lewat membaca buku-buku motivasi. Buku motivasi adalah buku pertama yang ku gemari, sebelum akhirnya aku mulai rajin membaca berbagai genre buku. Dari buku motivasi aku mendapatkan kekuatan untuk terus berpikir positif dalam menjalani kehidupan. Buku motivasi yang ku suka adalah bukunya karya Andrie Wongso. Menarik sekali tulisan-tulisannya Andrie Wongso karena berupa cerita yang didalamnya terdapat makna yang dapat dipetik, jua terdapat kata-kata bijak. Buku lain yang ku suka adalah buku Chicken Soup yang terdiri dari berbagai kategori. Dulu ketika mau memasuki bangku kuliah aku membeli buku Chicken Soup for the college soul, sebagai referensi ku dalam menjalani kehidupan di bangku kuliah. Chicken Soup ini adalah buku yang isinya berupa tulisan kisah nyata dari berbagai orang di seluruh dunia. Mengapa aku menyukai buku ini? Karena dari buku tersebut aku menyadari bahwa masih banyak masalah yang lebih berat dari apa yang kuhadapi, sehingga aku tak pantas untuk mengeluh dan putus asa. Dari sinilah aku menyadari bahwa buku merupakan salah satu teman terbaik yang dapat memotivasi. Mungkin jika hidupku selama ini selalu dipenuhi oleh kenyamanan, aku tak akan mencintai membaca buku.

Dari masalah yang ku hadapi, aku pun belajar untuk menjadi lebih peka terhadap orang-orang disekitarku. Jika seorang teman ada masalah, aku bisa meletakkan diriku pada dirinya sehingga aku pun bisa membantu dia memberikan semangat. Aku pun belajar untuk memahami apa yang terjadi dengan teman ku, sehingga aku bisa waspada dalam bertindak agar tidak melukai perasaannya yang tengah bersedih. Mungkin jika aku tak menghadapi berbagai masalah, aku akan tumbuh menjadi seorang anak yang semena-mena terhadap orang lain.

Aku sangat bersyukur, sangat bersyukur dengan apa yang telah kuhadapi selama ini. Atas pelajaran hidup yang ku dapat selama ini. Semoga aku dan kita semua bisa selalu bersabar ketika menghadapi suatu masalah. Karena pasti, dibalik suatu masalah akan ada pelajaran yang dapat kita petik.

Iklan

8 responses to “Ramadhan #27: Pelajaran Hidup

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s