Ramadhan #28: Cinta

Tulisan ini merupakan tulisan 28/30 dari proyek menulis 30 Hari Mencari Berkah Ramadhan bersama Noryunita Rahmahdan Riski Agustin.

images

Di usia yang ke dua puluhan ini, perbincangan yang hangat antara aku dan teman-temanku adalah tentang cinta dan juga jodoh. Terlebih di angkatan kami, telah ada satu orang yang memulai untuk menikah, lalu tambah hangatlah perbincangan mengenai pernikahan.

Ada seorang sahabat yang pemikirannya sangat unik (atau mungkin sangat benar) bahwa dalam mencintai seseorang, kita harus mencintai karena Allah dan  juga agamanya. Ia pernah berpesan kepadaku yang masih dalam proses pencarian “carilah seseorang itu karena agamanya, kalau agamanya bagus, hal-hal yang lain itu bisa saja mengikuti”. Hmm sangat jarang bukan orang yang berpikiran seperti dia, biasanya orang akan menilai seseorang itu dari segi fisik dan juga materi, namun berbeda dengan dia, yang melihat seseorang dari hatinya. Makanya aku sangat senang bisa berteman dengannya.

Selama ini aku berpikir, bahwa cinta adalah perasaan yang dapat tumbuh, dan perasaan yang diberikan oleh Allah. Oleh sebab itu aku selalu berdoa agar siapapun jodohku kelak, semoga Allah menumbuhkan rasa cintaku kepadanya, meski seseorang itu berbeda dari sosok yang kuharapkan.

Terkait masalah jodoh, aku selalu percaya bahwa perempuan itu dipilih, sedangkan laki-laki memilih. Maka dari itu sejauh ini aku berusaha untuk memperbaiki diri ku agar menjadi perempuan yang baik. Karena laki-laki yang baik hanya untuk perempuan yang baik, begitu juga sebaliknya.

Lantas, bagaimana jika aku menyukai seseorang namun seseorang itu sudah memiliki kekasih? Aku pernah mengalami hal ini, waktu itu aku menyukai seseorang yang sangat baik pemikirannya dan juga akhlaknya, namun ternyata dia pacaran 😦 dari situ aku kecewa padanya, padahal dia adalah sosok lelaki yang baik, namun memilih pacaran, kan sangat disayangkan. Dari situ aku belajar, bahwa mungkin lebih baik aku sendiri dahulu untuk menunggu seseorang yang tepat datang, dan mengajakku pada sebuah hubungan yang serius. Tapi jika dipikirkan lagi, disatu sisi aku pun ingin pacaran, tapi disisi lain aku pun ingin menjalani hubungan yang serius, apakah pacaran bisa dikatakan hubungan serius?.

Entahlah, aku masih polos untuk memikirkan masalah percintaan. Semoga jika waktunya datang, jiwa dan raga ku siap untuk menerima kehadirannya. Selamat berjuang untuk menjadi perempuan yang baik 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s