Menikmati rasa

images (1)

Pada suatu sore yang indah, hujan rintik-rintik membasahi teras rumah. matahari perlahan-lahan menenggelamkan dirinya menyisakan lautan langit yang jingga, namun sore itu langit tertutupi awan hitam.

Hujan masih berjatuhan, aku duduk didalam kamar. Sesekali ku pandangi jendala. Hujan sungguh menenangkan batinku. Aku sering memandangi jendela untuk dapat melihat mentari terbenam, namun kini ada hal lain yang ingin ku perhatikan.

Adzan maghrib berkumandang, ku intip jendela dibalik tirai yang telah ku tutup. Beberapa menit kemudian ku dapati dirinya berjalan, menggunakan pakaian koko dan kopiah. Hal yang selalu dia lakukan saat adzan telah berkumandang. Kala itu hujan masih rintik-rintik, namun dia tetap pergi ke masjid.

Hari semakin malam dan hujan tak kunjung reda. Bintang-bintang tak banyak menghiasi angkasa, bahkan bulan pun tak dapat ku temukan keberadaannya. Dalam lamunanku mencari bulan, pikiran membawa ku dengan pria tadi. Rasanya kagum saja melihat di jaman sekarang ada pria yang rajin pergi ke masjid. Andai saja aku tau siapa dia, pikirku.

Tapi yasudahlah, memikirkan perasaan tak akan ada habisnya. Biarkan Allah yang mengatur perjalanan rasa. Nikmati saja prosesnya. Semoga berujung pada perasaan yang indah. Selamat menikmati perjalanan rasa.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s