Meminta maaf

“minta maaf sajalah,” sebagian dari kita percaya, “kan meminta maaf nggak selalu berarti bahwa kita salah–tetapi selalu berarti bahwa kita menghargai hubungan lebih dari ego kita sendiri.”

kemudian saya sedih mendengarnya.
pertama, karena di Alquran tidak ada perintah untuk meminta maaf, yang ada justru perintah untuk memaafkan. kenapa kita harus mendengar orang lain meminta maaf kepada kita untuk merasa dihargai (hubungannya)? bukankah nilai suatu hubungan tidak terletak pada bagaimana orang-orangnya saling meminta maaf, tetapi pada bagaimana orang-orangnya saling memaafkan?

kedua, karena di Alquran tidak ada perintah untuk meminta maaf, yang ada adalah perintah untuk bertaubat (dengan usaha-usaha). bukankah kita bertaubat jika benar-benar menyadari apa kesalahan kita?

kemudian saya sedih mendengarnya. hari ini, banyak permintaan maaf diucapkan tanpa dihayati. entah itu anak kepada orang tuanya maupun sebaliknya. istri kepada suami maupun sebaliknya. kakak kepada adik maupun sebaliknya. sesama teman. sesama tetangga. sesama saudara. atau pemimpin kepada yang dipimpinnya maupun sebaliknya. meskipun disebut seribu kali, tetap ada benteng yang tinggi di hati: saya nggak salah sih, tapi minta maaf sajalah.

tidak perlu meminta maaf kalau rasa bersalah itu tidak benar-benar datang dari hati. renungkan. renungkan. renungkan. renungkan apa yang salah (bukan siapa yang salah), bagaimana cara agar kesalahan yang sama tidak berulang,
kemudian barulah minta maaf.

menyadari kesalahan diri bukan orang lain yang perlu, melainkan diri sendiri. tidak terjebak dalam masalah yang sama bukan orang lain yang perlu, melainkan diri sendiri. menjadi pemenang pemberani dan ksatria pada akhirnya bukan orang lain yang perlu, melainkan diri sendiri.

dan jangan pula kita menjadi seseorang yang harga dirinya ditentukan oleh permintaan maaf orang lain. nilai diri kita tidak diukur dengan itu, tetapi dengan seberapa banyak kita bermanfaat bagi orang lain, seberapa sering kita memaafkan.

“maafkan sajalah,” itu baru pas. 🙂

A beautiful reminder by mba Prawita Mutia

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s