Pulang

UntitledQuotes by Prawita Mutia

Saat kita tengah berjuang, terkadang kita lupa pada niat awal yang ingin dicapai. Manusiawi memang, karena dalam perjuangan itu kita menemui berbagai kejadian, beberapa membuat kita bahagia-yang mana menjadi awal lunturnya niat-niat yang ingin dicapai. Kita terbuai dalam kebahagiaan semu. Lalu dalam perjuangan itu kita menemukan pula kesedihan-sebagian ada yang menyikapi dengan putus asa, namun orang-orang bijak menyikapinya dengan introspeksi.

Bagiku introspeksi terbaik adalah saat aku kembali mengingat makna-makna kehidupan, mengingat tuhan dan mengingat tujuan kehidupan. Maka bagiku, pulang adalah kembali pada tuhan. Karena momen ini lah yang akan membuatku merenung tentang hakikat kehidupan. Ingin jadi manusia dengan karakter yang seperti apa aku? Ingin jadi wanita muslimah yang seperti apa aku? Sudahkah yang aku lakukan itu benar ataukah banyak kesalahan yang telah aku perbuat. Dalam momen inilah aku akan bertanya-tanya tentang hakikat kehidupan yang ingin aku jalani.

Pelik memang, menjadikan suatu kesedihan ataupun kegagalan sebagai titik kembali. Namun kujadikan ini sebagai sebuah proses untuk bertumbuh, untuk menjadi dewasa. Setidaknya dalam kesedihan aku belajar untuk introspeksi. Setidaknya aku kembali pada Allah yang maha baik, yang masih mau menegurku dengan cara yang selalu membuatku tertegun.

Tuhan. Aku ingin kembali.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s