Mengosongkan bejana: sebuah refleksi

images (1)

Hati kita ibarat bejana, yang telah lama terisi oleh air-air kehidupan.

Hati kita ibarat bejana, yang airnya mungkin telah keruh, karena hal-hal kotor yang ikut tercampur didalamnya.

Hati kita ibarat bejana, seberapapun kita mengisinya dengan air yang jernih, ia tetap keruh tercampur kotoran didalamnya

Hati kita ibarat bejana, yang harus dibersihkan agar isinya jernih layaknya bejana yang baru diisi

Hati kita ibarat bejana, jika ingin mendapatkan isi yang bersih kita butuh mengosongkannya, membersihkannya, untuk kemudian di isi dengan air-air jernih kehidupan

Karena hati kita ibarat bejana, maka, kosongkanlah hati kita, buanglah segalanya. Kosongkanlah, seberapapun berharganya hal-hal yang pernah kita masukkan kedalamnya, ia telah kotor tercampur keburukan yang pernah kita lakukan.

Karena hati kita ibarat bejana, kita butuh membersihkannya, mensucikannya. Kosongkan, kosongkan, kosongkan. Lalu kemudian isilah dengan kebaikan-kebaikan yang telah kau siapkan.

Dan karena hati kita ibarat bejana, jangan pernah takut untuk mengosongkannya, untuk mengulang mengisinya. Bukankah kita telah belajar memaknai kehidupan, kita telah belajar mana kebaikan yang harus kita kejar. Maka tangguhlah untuk mengosongkan, lalu kemudian isilah dengan kebaikan-kebaikan. Demi bejana yang jernih, demi hati yang suci.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s