Kita tak pernah tahu dan menyangka pada proses mana Allah memberikan hidayah, namun jika itu telah kita dapatkan maka lapangkanlah hati kita untuk menerimanya. Jika kita menutup hati untuk hal itu maka bagaimana hidayah itu merasuk kedalam lubuk hati kita yang terdalam?

Aku selalu berdoa semoga diberikan yang terbaik; pada hal apapun, termasuk mendapati diriku yang ingin memperbaiki diriku menjadi wanita muslimah yang sesungguhnya.

Nyatanya hal itu tak semudah yang dibayangkan. Benar saja akan ada komentar yang berlawanan menghujani diri ku. Kata mereka; orang-orang seperti itu cenderung tak bisa bersosialisasi, tak mau bergaul dengan orang-orang yang tidak sepemahaman, gelar dokter mu akan sia-sia jika kau berprinsip seperti itu. Komentar seperti itu begitu menusuk kedalam hatiku. Mereka, orang terdekatku, sampai hati berucap seperti itu.

Memang, mungkin ada benarnya omongan mereka. Orang-orang seperti itu cenderung tidak bersosialisasi kecuali hanya orang-orang yang sepemahaman. Namun, tak seharusnya mereka menyetarakan bahwa seluruh wanita muslimah akan seperti itu.

Bagiku, menjadi wanita muslimah bukanlah penghalang untuk bergaul dengan dunia luar. Bukankah Allah menjanjikan rezeki dan pertolongan dalam silaturahmi? Bagiku, sekalipun kelak aku mulai mengamalkan segala perintah Nya sesuai apa yang diajarkan oleh Rasullullah, aku akan tetap menjaga silaturahmi dengan teman-temanku, terlepas mereka adalah non-muslim ataupun muslim yang tidak berjilbab atau siapapun mereka aku akan tetap bergaul dengan mereka, yang membatasi hanyalah pergaulan ku dengan pria.

Bagiku pun, menjadi wanita muslimah bukanlah penghalang untuk tetap berkarya. Menjadi dokter adalah pekerjaan yang mulia, mungkin dulu ketika baru masuk kuliah niat ku karena ingin mendapatkan penghasilan banyak, namun seiring berjalannya waktu aku mulai merubah niatku bahwa aku ingin menolong masyarakat, aku ingin bermanfaat bagi masyarakat, setidaknya bagi keluarga ku. Ketika salah satu keluarga ku jatuh sakit, aku bisa menjadi penolong pertama untuk mereka. Bahwa sekolah ku tak pernah sia-sia, tak pernah. Namun, aku pun ingin bermanfaat bagi masyarakat. Memang, yang dikhawatirkan adalah fitnah-fitnahnya, tapi aku bisa memastikan insyaallah aku akan menjaga diriku sebaik-baiknya. Aku bisa saja memilih bekerja di Puskesmas yang waktu kerjanya hanya sampai siang, sisanya aku di rumah.

Betapa aku tak sependapat dengan mereka, bahwa menjadi wanita muslimah akan membatasi diriku dalam bersosialisasi dan bahwa gelar dokter ku akan sia-sia.

Berat memang, namun aku akan tetap berusaha menjadi wanita muslimah yang baik, menjadi inspirasi bahwa Islam itu baik, jika ada wanita muslimah yang tidak baik itu bukanlah salah agamanya karena Islam selalu mengajarkan kebaikan.

Aku hanya dapat memohon, jika ini memang yang terbaik bagi ku untuk berubah, semoga Allah memudahkan. Jika memang ini yang terbaik dan menjadikan surga dekat denganku, aku ikhlas untuk berubah.

Semoga Allah selalu memudahkan untuk ku dan untuk kalian yang tengah berproses untuk berubah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s