#Gelas Kosong

Bismillah
Kupersembahkan tulisan-tulisan ini untuk proyek menulis bersama sahabat terkasih yuyun (selanjutnya akan diberi judul dengan tanda tagar). Terimakasih yun telah menjadi sahabat yang menginspirasi
——————-

IMG_0005

Kapan hari ketika teman presentasi, instruktur kami berucap kepada pembawa materi yang tengah gugup saat presentasi “Teman-teman mu (audience) disini ibarat gelas kosong, maka isilah meski hanya separuhnya ataupun sedikitnya saja, itu akan jauh lebih baik kondisinya dari pada gelas yang tak berisi”.

Perkataan beliau lantas membuat si pembawa materi lebih tenang dan percaya diri untuk memberikan materinya.

Melihat hal itu cukup membuat saya merenung, kata-kata beliau seolah-olah menjadi pengingat bagi saya. Bahwa sekecil apapun usaha kita untuk memberi itu jauh lebih baik daripada tidak sama sekali, pun jua dalam menerima yang meski tak banyak jumlahnya itu jauh akan lebih bermakna daripada tidak sama sekali.

Beberapa hal, memang butuh proses yang panjang untuk dapat mencapainya secara utuh, lantas haruskah kita menunggu untuk memberi? Maka berikanlah semampu kita, secukup apa yang kita miliki.

Beberapa hal pun tak dapat kita terima secara utuh sekaligus, lantas haruskah kita enggan menerimanya jika yang kita terima hanyalah sesuatu yang tak utuh? Maka bersyukurlah atas setiap pemberian, sekalipun itu sesuatu yang tak utuh, sesuatu yang tak banyak jumlahnya.

Semoga kita mampu menjadi orang yang selalu belajar untuk memberikan manfaat dan menjadikan manfaat pada setiap penerimaan.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s